Review Bab 1 Buku "Agricultural Involution: The Process of Ecological Change in Indonesia" karya Clifford Geertz

    Buku "Agricultural Involution: The Process of Ecological Change in Indonesia" karya Clifford Geertz membahas perubahan dalam sistem pertanian Indonesia selama masa kolonial, dengan fokus utama pada pulau Jawa. Namun, dikarenakan saya hanya selesai membaca Bab 1, maka saya hanya menulis review saya tentang Bab 1 dari buku ini juga.

    Bab 1 dari buku ini menjelaskan tentang perubahan yang terjadi dalam pertanian di Indonesia, khususnya pada masa penjajahan Belanda di abad 19. Geertz memperkenalkan konsep "involusi pertanian," yang menggambarkan bagaimana pertanian di Jawa semakin rumit tetapi tidak menghasilkan peningkatan kesejahteraan.

    Di Jawa, sistem pertanian sawah menjadi semakin padat dengan banyaknya pekerja. Meski lebih banyak orang terlibat dalam mengolah lahan, hasil panennya tetap sama atau bahkan menurun. Ini terjadi karena metode pertanian yang digunakan tidak berkembang, dan lebih banyak tenaga kerja justru menambah beban daripada meningkatkan produktivitas.

    Geertz juga menjelaskan dampak sistem Tanam Paksa, di mana pemerintah kolonial Belanda memaksa petani menanam tanaman ekspor seperti tebu dan kopi. Walaupun sistem ini menguntungkan Belanda, petani Jawa tetap miskin karena mereka harus bekerja lebih keras tanpa mendapat banyak manfaat.

    Sementara itu, di luar Jawa, seperti di Sumatera dan Sulawesi, praktik pertanian lebih fleksibel dan tidak sepadat di Jawa. Bab ini menunjukkan adanya dua jenis pertanian di Indonesia: satu di Jawa yang penuh dengan tekanan, dan satu lagi di luar Jawa yang lebih terbuka dan dinamis.

    Secara keseluruhan, Bab 1 buku ini menjelaskan dualitas dalam ekonomi pertanian Indonesia, dengan Jawa yang mengalami involusi agrikultural, sementara wilayah lain seperti Sumatera dan Sulawesi sistem pertanian lebih fleksibel dan dinamis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Clifford Geertz dan Pengaruhnya terhadap Penulisan Sejarah